BLOG

Dapatkan berbagai artikel, berita, dan tips menarik dari kami

TIPS UNTUK MEMAJUKAN STARTUP PADA SITUASI YANG SULIT

04 November 2016

ADMIN

BISNIS

256 views

Startup Growing

Menurut jasa pembuatan website membangun sebuah startup mungkin jadi perkara mudah bagi kita yang memiliki banyak modal. Namun mempertahankan kesuksesan dan meningkatkan reputasinya adalah perkara yang sulit. Apalagi bila kita belum memiliki banyak pengetahuan seputar startup yang sedang kita rintis. Kurangnya pengetahuan bisa menjadi bumerang bagi bisnis tersebut. Bila salah langkah, startup justru bisa merugi dan reputasinya pun kian buruk.


Jadi, bagaimana cara memajukan suatu startup bahkan pada situasi yang sedang sulit sekalipun? Tips dari Dimbleweb kali ini akan mengedukasi kita mengenai kiat-kiat memajukan startup pada situasi yang sedang sulit:


1. Membangun Branding Dengan Satu Tujuan

Membangun branding dengan tujuan tunggal akan mempermudah kita untuk fokus dalam memajukan startup yang baru kita rintis. Seiring dengan perkembangan branding yang kita bangun, kita akan mulai terinspirasi untuk mengembangkan produk dan tujuan sesuai dengan apa yang telah kita pelajari dari keadaan real di pasaran.


2. Membentuk Tim Dengan Cepat

Biasanya suatu startup akan memberikan masa percobaan selama 3 bulan kepada anggota tim yang baru. Jangan pernah merasa tak enak hati bila ternyata anggota tim yang baru tidak memberikan kontribusi yang berarti selama masa percobaan tersebut. Segera sudahi kerjasama dan cobalah untuk mencari anggota tim baru yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan startup.


3. Gunakan Sistem Pembayaran di Muka

Sistem pembayaran di muka mungkin akan membuat kita tampak seperti seorang pemilik startup yang mengalami kesulitan keuangan. Tapi sistem ini ternyata membawa banyak keuntungan, yakni untuk mempermudah perputaran modal serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya ketika klien mengelak untuk membayar produk atau jasa yang telah dihasilkan oleh startup.


4. Hindari Klien Yang Meminta Diskon Besar

Hal ini mungkin terdengar agak aneh, ya. Namun hal ini merupakan salah satu hal yang terjadi pada hukum diskon. Bila kita memberikan diskon yang besar pada suatu klien, maka klien tersebut akan melakukan permintaan yang semakin realistis karena mereka menganggap startup kita adalah startup “gampangan”. Berikan saja harga yang wajar dan sebanding dengan kualitas pelayanan yang startup kita berikan.


5. Menggunakan Sistem Kontrak Yang Lebih Kecil

Sistem kontrak yang lebih kecil akan membuat kita lebih fokus pada kuantitas produk atau jasa dalam jumlah yang lebih kecil. Sekalipun ada service after sales, jumlahnya tentu tak sebanyak bila kita menyetujui suatu kontrak yang besar. Nilai kontrak yang lebih kecil dengan pelayanan yang berkualitas akan membuat klien mempercayai startup kita untuk mengerjakan banyak hal lainnya.


6. Mengelola Klien dan Mengelola Produk itu Berbeda

Klien dan produk merupakan 2 hal yang harus diutamakan dalam suatu startup. Oleh sebab itu, kita bisa membangun 2 tim yang berbeda agar masing-masing tim bisa memberikan perhatian terhadap pengelolaan klien dan pengelolaan produk. Hasilnya, produk berkualitas dan pelayanan bermutu tentu akan menarik banyak klien.


7. Belajar Dari Pengalaman

Passion dan bakat saja ternyata tak cukup untuk membuat startup yang kita bangun menjadi sukses. Pengalaman yang bertambah banyak akan melengkapi passion dan bakat kita. Mungkin tak semua pengalaman terasa menyenangkan, tapi percayalah bahwa pengalaman akan membuat kita semakin bijak dan selektif dalam mengambil setiap keputusan.


8. Sediakan Ruang Privasi Untuk Masing-Masing Tim

Berapa banyak tim yang dimiliki suatu startup? Mungkin startup yang baru dirintis tidak memiliki banyak tim. Meski demikian, mengelompokkan tim dalam masing-masing ruangan akan membuat tim tersebut lebih rileks dan dapat menghasilkan berbagai ide-ide kreatif yang mencengangkan.


9. Tak Perlu Terlalu Bergantung Pada Tim

Kita mungkin tak memiliki kemampuan untuk meng-handle semua urusan startup. Namun kita tetap harus mempelajari setiap proses bisnis dalam startup tersebut. Karena bila sewaktu-waktu ada anggota tim yang hengkang, kita tak akan merasa kerepotan untuk meng-handle hal yang biasa dijalankan oleh anggota tim tersebut.


Intinya, kita harus melakukan hal yang efisien dan efektif saat mulai merintis startup. Pergunakan kekuasaan yang kita miliki untuk mengelolastartup secara bijak dan bertanggung jawab.



Semoga Bermanfaat!