BLOG

Dapatkan berbagai artikel, berita, dan tips menarik dari kami

MENERAWANG TREN CONTENT MARKETING UNTUK TAHUN 2017 MENDATANG

27 Desember 2016

ADMIN

BISNIS

227 views

Content Marketing 2017

Dimbleweb mencoba menerawang jauh ke depan, saat ini penguasaan akan kemampuan konten marketing, menjadi hal yang sangat penting bagi semua pelaku bisnis yang berkecimpung di ranah digital. Bahkan bisa dibilang, content marketing sudah menjadi hal yang lumrah dan dipahami oleh banyak brand besar untuk bisa memenangkan persaingan.


Dimbleweb yang merupakan jasa pembuatan website memberikan contoh, kita bisa melihat banyak sekali brand yang sudah memiliki basis content marketing yang cukup kokoh, salah satunya yang paling sederhana yakni mempunyai blog resmi yang digunakan untuk menyampaikan beragam hal terkait dengan brand bisnis tersebut.


Permasalahannya adalah, ternyata hingga menjelang akhir tahun 2017, masih banyak brand yang belum bisa memanfaatkan potensi dari content marketing dengan maksimal. Salah satu masalah utama yang seringkali ditemui adalah, brand bisnis kurang bisa untuk sabar melihat hasil dari upaya konten marketing yang dilakukan.


Belum juga menemukan formula yang tepat untuk meracik strategi content marketing andalan, mereka sudah terjebak dengan keinginan untuk segera balik modal atas investasi yang telah dikucurkan. Hasilnya bisa ditebak, mereka akan segera berhenti jauh sebelum hasil dari pendekatan content marketing berhasil dicapai.


Lalu bagaimana untuk bisa memaksimalkan strategi content marketing? Jawabnya adalah dengan mengenali beberapa tren yang mungkin akan terjadi di masa depan.


Dan untuk melengkapi upaya strategi content marketing menuju tahun 2017 mendatang, berikut ini adalah beberapa tren yang diperkirakan dapat membantu kita mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Yuk mari kita mulai bersama.


1. Konsumen Mulai Terbiasa Membayar Konten Edukasi 

Mungkin akan banyak dari rekan-rekan yang tidak setuju dengan ungkapan di atas. Karena pada kenyataannya, memang banyak sekali dari kita yang lebih menyukai konten gratis dibanding harus mengeluarkan biaya meski dalam jumlah yang sebenarnya relatif tidak terlalu besar.

Intinya, kalau ada yang gratis mengapa harus bayar!


Namun ternyata, ada fakta lain di balik bertebarannya informasi yang sudah begitu massive di dunia maya. Seperti contohnya, ketika kita sedang mencari konten hiburan, seperti film, mungkin kita bisa mendapatkannya secara gratis lewat situ download film atau YouTube.

Namun apakah, kualitasnya cukup baik? Tentu tidak, bahkan mayoritas diantaranya berisi zonk!


Inilah mengapa, ketika volume konten yang beredar secara online sudah begitu banyak, perlahan namun pasti permintaan atas konten yang berkualitas juga semakin meningkat pula.


Seperti yang disebutkan di atas, bahwa yang akan mengalami peningkatan adalah konten yang bersifat edukasi. Konten seperti ini bisa termasuk panduan, tutorial singkat, pelatihan atau mungkin e-book. Yang pasti, kecenderungan konsumen untuk berani membayar lebih, mulai muncul jika dikaitkan dengan alasan kualitas dari informasi tersebut.


Sebagai contoh saja, di Indonesia tren penjualan konten edukasi memang masih berada di dalam tahap perkembangan.

Namun untuk pasar luar negeri, kita bisa melihat beberapa contoh dan tentunya dapat menjadi  perbandingan serta inspirasi. Salah satunya yakni ketika seorang blogger populer pendiri dari situs Problogger, Darren Rowse, mengeluarkan seri eBook berjudul “31 Days to Build a Better Blog “, pada kenyataannya ebook ini mampu terjual dalam jumlah yang sangat besar.


2. Video Online Menjadi Konten Marketing Dengan Perkembangan Tercepat 

Ketika kita berbicara tentang sebuah tren di bidang digital marketing, tentu kita tidak bisa melewatkan yang namanya video.

Jika dibandingkan dengan konten yang bersifat tulisan, memang konten tulisan memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya dan yang paling menonjol adalah, lebih mudah untuk dibuat.  Selain itu kontak tulisan juga mempunyai pengaruh SEO secara langsung yang tentunya dapat mendatangkan traffic dalam jumlah besar.


Namun berbicara dari sisi yang lain, konten video justru mampu mengungguli semua kelebihan konten tulisan. Sebuah video sangatlah efektif untuk meningkatkan pemahaman konsumen terhadap sebuah produk. Bahkan ketika kita ingin menyampaikan informasi yang kompleks, video bisa menghandle semuanya dengan mudah dan yang pasti lebih menarik bagi pengguna.


Oleh karena itu, banyak disebut video adalah jenis konten terbaik untuk membawakan penjelasan atau konteks tertentu.


Penelitian dari BrightCove menyebut bahwa, video merupakan jenis konten dengan perkembangan terbesar, bahkan, konten video diprediksi akan menguasai lebih dari 70% traffik internet di tahun 2017.


Salah satu alasannya adalah, membaca teks menggunakan perangkat mobile nyatanya lebih mengganggu dan tidak bisa maksimal. Oleh karena itu orang-orang akan lebih memilih untuk mencari konten dalam bentuk video yang lebih mudah “dikonsumsi”.


Mengulik Jenis Content Marketing Video 

Konten video mampu menangkap perhatian dari pengguna atau konsumen jauh lebih cepat dari konten berbentuk tulisan. Selain itu, konten dalam bentuk video juga mampu meningkatkan hubungan atau engagement yang baik antara brand dengan konsumen. Tentunya, hasil akhir dari itu semua adalah peningkatan penjualan ataupun loyalitas konsumen.


Bagi yang masih belum yakin tentang dahsyatnya kekuatan video sebagai content marketing potensial di tahun 2017, data lain dirilis dari platform media sosial Facebook yang menyatakan bahwa hingga akhir tahun 2016, konten video yang dirilis melalui platform Facebook telah ditonton jutaan jam perharinya. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa mengingat bahwa konten berbentuk video baru diperkenalkan pada awal bulan Januari 2016.


Ketika Facebook sudah mencium besarnya potensi konten video, tak menunggu lama di pertengahan tahun 2016, media sosial besutan Mark Zuckerberg ini mengeluarkan fitur live video. Dan hasilnya bisa ditebak kembali, semakin banyak pengguna yang betah berlama-lama di Facebook dengan adanya fitur baru tersebut.


3. Pertimbangkan Beriklan Untuk Content Marketing Anda 

Untuk membuat sebuah strategi konten marketing yang sukses, ada kalanya kita membutuhkan biaya tersendiri. Dan mengenai jumlahnya, terkadang juga tidaklah sedikit.


Terutama untuk masa awal pengembangan, kita memerlukan sokongan dana untuk berbagai keperluan. Bahkan dalam skala yang kecil, content marketing tetap membutuhkan biaya.


Seperti yang telah disampaikan jauh di atas, terkadang yang menjadi masalah dari para pemasar online adalah, mereka tidak bisa sabar menunggu hasil dari strategi content marketingnya. Padahal, studi yang dilakukan oleh internet marketer sukses Neil Patel, mengungkap bahwa butuh waktu sekitar 6 bulan, hingga kita bisa melihat hasil dari upaya content marketing.


Alasan terbesar mengapa para internet marketer mengalami kegagalan adalah (terutama yang berfikir bahwa internet marketing bisa dijalankan tanpa modal sama sekali) adalah adanya kemungkinan mendapat traffic dari mesin pencari secara mudah.

Apakah itu tidak mungkin sama sekali? Mungkin saja, namun dalam kenyataannya akan selalu ada biaya yang dikeluarkan. Dan, terkadang sesuatu yang di bangun secara perlahan dan bertahap, akan menghasilkan pondasi yang lebih kokoh, termasuk juga dalam konten marketing.


Media Sosial Sudah Terlalu Jenuh


Kembali lagi membahas tentang mereka yang berupaya untuk mendapatkan hasil besar tanpa modal sama sekali, umumnya mencoba menjalankan content marketing melalui media sosial.


Dan faktanya, penelitian dari MarketingProf mencatat bahwa, saat ini lebih dari 87% content marketing dilakukan melalui platform media sosial.


Inilah sebab mengapa kemudian banyak ahli yang menyebut bahwa media sosial saat ini sudah begitu sesak dan jenuh oleh pemasar online. Dampaknya, kita akan semakin sulit untuk mendapatkan perhatian dari konsumen.


Sebagai contoh masih dalam penelitian yang sama, di Amerika dalam satu niche yang sangat spesifik yakni “buy flat shoes online” terdapat persaingan lebih dari 3000 brand. Ini belum termasuk, mereka yang memasarkan dalam jumlah kecil atau menjual secara pribadi.

Melihat kenyataan tersebut, tentu akan semakin sulit untuk mendapat pasokan traffic yang berkualitas dari Facebook.


Di sisi lain, masih banyak pemilik bisnis kecil yang merasa enggan untuk mengeluarkan biaya demi mempromosikan konten yang mereka miliki.


Lalu bagaimana solusinya? 

Tentu tidak semua pemilik bisnis bisa menjalankan program promosi maupun memperkenalkan content marketing dengan biaya yang besar. Inilah alasan mengapa kita harus memperbanyak pengetahuan dengan membaca ulasan serta tips dan trik yang banyak dibagikan oleh internet marketer lain.


Beberapa situs yang bisa menjadi rekomendasi mengenai cara beriklan yang efektif antara lain, Quicksprout, Backlinko serta Problogger. Semua situs tersebut memang menggunakan bahasa Inggris, karena untuk ulasan yang berbahasa Indonesia dan bisa diakses secara gratis, terbilang masih belum cukup dalam. Atau, bisa juga mengikuti pelatihan yang juga sudah banyak di tawarkan.


4. Content Marketing Membutuhkan Dukungan Data 

Banyak sekali internet marketer dunia yang menyarankan ketika kita membuat upaya content marketing, kita harus memberikan tambahan dukungan data di dalamnya.


Seperti yang diakui oleh marketer tingkat dunia, Neil Patel dalam situsnya, dipaparkan bagaimana penambahan data ke dalam sebuah konten, mampu meningkatkan kepercayaan pembaca yang akhirnya berimbas pada efektivitas dari strategi konten marketing yang dijalankan.

Neil juga menyebut bahwa, dalam beberapa waktu ke depan posting yang dilengkapi dengan data akan menjadi template wajib untuk bisa menarik minat pembaca.


Selain itu, prediksi berikutnya dari Neil adalah, akan semakin banyak alternatif untuk mencari data pendukung konten. Terutama bagi para blogger yang tentu harus gemar memperkaya data yang dimiliki.


Alasan mengapa para blogger wajib memperkaya pengetahuan dengan data adalah, ketika para blogger tersebut mengeluarkan sebuah statemen atau pendapat terkait apa yang mereka lakukan atau strategi yang mereka coba, tentunya dukungan data akan semakin memperkuat akurasi dari pernyataan tersebut.


Profesional Di Bidang Data


Dalam tahapan yang lebih tinggi, tren content marketing bakal memunculkan mereka yang ahli dan bergerak secara profesional di bidang data mining atau pengambilan data.


Mereka yang bisa mengumpulkan data dengan baik tadi rangkum menjadi sebuah content yang lengkap plus menarik, maka merekalah yang akan memenangkan persaingan.


Sebagai contoh, kita bisa merujuk pada posting PanduanIM yang sangat sering memberi tambahan data untuk memperkuat statemen yang ada. Inilah bentuk dari content marketing di tahun-tahun mendatang.


Itulah beberapa prediksi tren content marketing yang bisa kita terapkan di tahun 2017. Untuk mempermudah diri, jangan memaksa menjalankan semua prediksi tren tersebut. Lebih baik jika kita memilih mana yang sekiranya jauh lebih mungkin untuk dilakukan.

Karena jika kita yakin dengan apa yang kita lakukan, tentu hasilnya akan jauh lebih maksimal. So, last but not least, jalankan upaya Anda mulai dari sekarang!


Semmoga Bermanfaat!