BLOG

Dapatkan berbagai artikel, berita, dan tips menarik dari kami

APA PERBEDAAN ANTARA INTERNET MARKETER DENGAN PELAKU BISNIS STARTUP?

28 Oktober 2016

ADMIN

BISNIS

290 views

Internet Marketer & Pelaku Bisnis Startup

Menurut pemikiran jasa pembuatan website, belakangan ini di Indonesia banyak sekali bermunculan founder bisnis startup. Mulai dari startup di bidang media online, startup apps developer, hingga startup eCommerce. Nah dari beberapa founder bisnis startup yang ada, beberapa diantara mereka yang dulunya adalah internet marketer, misalnya founder situs marketplace produk digital Ratakan.com, (Handoko Tantra & Shembah Bravo), founder webdijual.com (Muhammad Rijal AR. Sutadiredja ak. Bang Zenk), dan lain-lain. Lalu, apa sih bedanya internet marketer dengan pelaku bisnis startup? Di artikel ini jasa pembuatan website akan mencoba untuk mengulasnya.


Apa Itu Startup dan Internet Marketing?

Di artikel terdahulu Dimbleweb.com pernah memuat artikel mengenai startup dan perkembangannya di Indonesia. Sekedar mengingatkan kembali defenisi startup, “startup merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.” Baca artikel selengkapnya mengenai startup. Begitu juga pembahasan mengenai internet marketing dan beberapa bentuk pemasaran online yang populer di kalangan para pebisnis online.


Walaupun banyak orang yang menganggap keduanya berbeda, sebenarnya internet marketer dan pelaku startup ini tidak jauh berbeda. Di mata para pelaku startup seorang internet marketer itu seperti orang “AUTIS” yang lebih suka bekerja sendiri (self employe) dan tidak suka bekerja dengan banyak orang, misalnya seorang blogger preneur. Padahal sebenarnya tidak selalu seperti itu. Sedangkan Startup sendiri di mata para internet marketer, mereka dianggap bekerja sangat lambat dan menghamburkan banyak uang untuk riset produk dan develop produknya, plus tidak bisa menghasilkan uang dalam waktu cepat seperti kebanyakan para internet marketer.


Paradigma mengenai pelaku startup dan internet marketer tersebut sebenarnya sah-sah saja. Tapi mari kita melihat mereka dari sudut pandang yang berbeda:


1. Kemampuan Dalam Mengembangkan Bisnis

Seorang internet marketer biasanya memiliki kemampuan dasar dalam membuat sebuah blog/ website atau toko online. Selain itu, internet marketer juga memiliki skill dalam hal pemasaran sehingga website mereka mendapatkan trafik dan pembeli dari internet, baik itu via search engine maupun via social media.


Nah, jika kemampuan dalam hal pemasaran tersebut dibarengi dengan kemampuan dalam pengembangan bisnis, tentu saja website/ toko online yang awalnya sederhana bisa berkembang menjadi sebuah startup #eCommerce yang lebih besar.


Dari sini kita sudah bisa melihat bahwa sebenarnya internet marketer dan pebisnis startup itu sebenarnya tidak jauh berbeda, walupun memang jalur yang mereka lalui tidak akan pernah sama. Salah satu yang membuat mereka berbeda adalah jenis bisnis dan kemampuan dalam pengembangan bisnis mereka.


Seorang blogger bisa menghasilkan puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per bulan hanya seorang diri. Mungkin saja dia berpikir “kalau saya bisa menghasilkan ratusan juta rupiah hanya seorang diri, ngapain repot-repot menghabiskan uang/ waktu membangun tim untuk bikin startup?”. Namun seorang startup entrepreneur tidak akan berpikir seperti itu, dia akan membangun blog/ websitenya menjadi sesuatu yang lebih besar dan membentuk tim. Kita bisa belajar hal ini dari Pete Cashmore, founder Mashable.com.


2. Menjual Keahlian Secara Profesional

Mereka yang memiliki kemampuan di bidang tertentu dan menjual jasa terkait keahliannya tersebut melalui internet sebenarnya sudah bisa disebut seorang internet marketer. Misalnya saja, seorang profesional yang ahli dalam membuat website atau desain kreatif.


Lalu, apakah mereka juga bisa disebut sebagai founder startup? Tentu saja, bila mereka bisa mengembangkan bisnisnya tersebut ke level yang lebih tinggi, bukan hanya perorangan saja. Misalnya saja Sribu.com, salah satu startup di bidang jasa desain kreatif yang sudah cukup populer di Indonesia.


Saya yakin ada banyak sekali orang Indonesia yang punya kemampuan dalam membuat desain kreatif, baik itu desain logo, banner, cover, dan lainnya, termasuk desain website. Namun tidak banyak orang yang mampu membangun sebuah startup bisnis yang bisa mempertemukan para desainer dengan klien.


Saat Anda menjual kemampuan khusus Anda via online secara perorangan, maka Anda bisa disebut sebagai internet marketer. Dan ketika Anda mampu membangun bisnis dengan menjual jasa Anda secara profesional dan melibatkan banyak orang yang bekerja dengan Anda, maka Anda sudah bisa disebut sebagai seorang startup founder.


3. Legalitas Bisnis Dianggap Penting

Legalitas bisnis adalah salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh para founder startup. Tidak seperti blogger atau internet marketer kebanyakan yang tidak terlalu memperhatikan tentang legalitas bisnis mereka, para pelaku startup bisnis sangat memperhatikan hal yang satu ini.


Saya mengenal beberapa blogger dan internet marketer yang memiliki penghasilan ratusan juta per bulan dari kegiatan mereka di internet. Tapi ketika ditanya mengenai legalitas bisnisnya, mereka terkesan kurang perduli. Misalnya teman saya seorang internet marketer yang punya penghasilan ratusan juta per bulan dari blognya, tapi bisnisnya tersebut tidak memiliki legalitas yang jelas. Seorang startup founder biasanya memiliki visi dan misi yang jelas mengenai bisnis yang dibangun, dan legalitas bisnis menjadi perhatian khusus bagi mereka.


Nah dari penjelasan singkat di atas kita bisa melihat sedikit perbedaan antara seorang internet marketer dengan startup founder.



Semoga Bermanfaat!