BLOG

Dapatkan berbagai artikel, berita, dan tips menarik dari kami

ANAND PRAKASH TEMUKAN BUG PADA LAYANAN FACEBOOK DAN DIGANJAR $15.000

04 Oktober 2016

ADMIN

UMUM

344 views

Anand Prakash

Bagi rekan-rekan yang mengetahui sekilas atau bahkan mendalami tentang dunia hacker, tentu sudah paham bahwa dalam era digital seperti saat ini profesi hacker bisa dikatakan memiliki peranan luar biasa penting. Utamanya yang berstatus sebagai hacker topi putih alias white hat hacker, telah dianggap sebagai salah satu bagian yang dapat mendorong perkembangan teknologi digital.


Menurut jasa pembuatan website bekerjasama dengan banyak perusahaan besar, adanya hacker yang bekerja untuk tujuan positif ini setidaknya mampu membantu perusahaan digital tersebut untuk mengurangi kemungkinan kebocoran sistem ataupun tindakan petasan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Dan tahukah anda, ternyata para white hat hacker ini juga mendapatkan uang dalam jumlah cukup besar untuk aksi yang mereka lakukan.


Seperti salah satunya, hacker topi putih asal Bengaluru, India bernama Anand Prakash. Belum lama ini mendapatkan hadiah uang dari perusahaan media sosial raksasa Facebook sebesar $15.000 atas laporan kebocoran sistem atau yang sering disebut dengan bug yang terdapat pada layanan media sosial tersebut.


Berikut ini, ulasan dari Dimbleweb mengenai Bug yang terdapat dalam Facebook.


Mampu Meretas Semua Akun Facebook

Disampaikan dalam keterangannya, Anand Prakash menyatakan bahwa bug yang terdapat pada layanan Facebook yang berhasil ditemukan mampu memberikan akses bagi pria ini untuk melakukan peretasan pada semua akun pengguna Facebook. Ia bisa mengakses foto pengguna, pesan bahkan hingga detil informasi terkait kartu kredit dan kartu debit milik pengguna.


Bisa dibayangkan jika seseorang yang memiliki niat buruk, menemukan dan dapat membobol bug tersebut, tentu dampak negatif yang ditimbulkan akan luar biasa besar.  Untungnya kebocoran ini lebih dulu diketahui oleh seorang hacker topi putih, seperti Anand Prakash.


Anand menambahkan bahwa bug layanan Facebook ini terdapat pada detil beta.Facebook.com and mbasic.beta.Facebook.com. Dengan begitu, ia bisa melakukan penggantian password pengguna Facebook dengan cara brute force pada kedua laman tersebut. Bahkan Anand juga menjelaskan secara detil bagaimana untuk memecah bug ini lewat sebuah video yang diupload ke situs jejaring video YouTube.


Tanggapan Cepat Dari Pihak Facebook

Setelah menemukan adanya  d celah pada sistem layana Facebook, Anand yang memang mempunyai profesi di bidang engineering dan teknisi sistem komputer, langsung menyampaikan hal tersebut kepada pihak Facebook pada tanggal 22 Februari 2016 silam. Dan hanya berselang beberapa hari, tepatnya pada tanggal 2 Maret 2016, Anand langsung mendapatkan konfirmasi dari pihak Facebook yang kemudian menghadiahkan uang sebesar $15.000 atau hampir serta Rp200 juta untuk hasil temuannya tersebut.


Mengenai Sosok Anand Prakash

Setelah mengetahui bagaimana kemampuan Anand dalam memeriksa dan juga menemukan celah keamanan sistem digital, tentu banyak yang bertanya siapakah pria ini sebenarnya. Saat ini pria yang lahir di Bhadra, Rajasthan tersebut bekerja sebagai analisis keamanan digital di perusahaan e-commerce besar India, Flipkart.


Selain bekerja di Flipkart, Anand juga aktif melakukan penelitian dan juga pengamatan terhadap sistem keamanan banyak platform online besar seperti Facebook, Twitter, Google dan lain sebagainya. Ia juga pernah mengikuti sejumlah program bug bounty yang diadakan oleh perusahaan digital bagi para hacker topi putih yang mampu mencari celah keamanan pada situs layanan online milik mereka.


Dengan kemampuan yang dia miliki, kabarnya Anand juga sudah pernah menemukan celah keamanan di berbagai layanan seperti Twitter, Google, Blackberry, Adobe, Nokia, SoundCloud and PayPal. Bahkan hingga saat ini, total pendapatan yang ia peroleh dari hasil temuan bug saja sudah mencapai $149.000 atau sekitar Rp1,9 miliar.


Untuk skala global, Anand menempati posisi keempat dalam urutan hacker yang paling banyak menemukan bug pada layanan Facebook. Dan untuk layanan Twitter, dia berada di posisi kedua sebagai penyumbang saran sistem keamanan terbanyak di media sosial “burung biru” tersebut.

Apa yang berhasil dilakukan dan diperoleh Anand Prakash tentu terdengar sangat luar biasa. Dan percayalah, para generasi muda di Indonesia pun memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama. Yang terpenting adalah, tetap mengutamakan tujuan positif dalam setiap upaya yang kita lakukan.



Semmoga Bermanfaat!